Iklan Malaysia di Indonesia ?
Sebenarnya sudah lama saya memperhatikan ’sesuatu yang aneh’ di perempatan kuningan, tapi baru sempat memotretnya sore ini, itupun dengan handphone. Apa itu yang aneh ? Tidak lain tidak bukan … billboard atau bahasa awamnya poster ukuran raksasa yang biasa kita temui dipinggir-pinggir jalan.
Tapi kan sudah biasa ? Betul … tapi yang membuat menjadi luar biasa (baca: menyebalkan) adalah billboard itu memuat iklan pariwisata Malaysia dengan tagline-nya ‘Malaysia Trully Asia”. Sialan !!!!
Bukannya saya mem-provokasi orang lain untuk membenci Malaysia … bukan itu. Tapi masih ingat dong dengan kasus batik, reog dan beberapa kesenian dan budaya asli Indonesia yang di klaim Malaysia sebagai miliknya. Memang bermacam reaksi segera bermunculan, namun sayangnya reaksi itu hanya muncul dari lapisan masyarakat, sementara reaksi pemerintah ??? Hmmm … we all know about that
Belum juga masalah batik dan lain-lainnya selesai dengan tuntas, belum juga Malaysia mengakui bahwa kesenian dan budaya tersebut adalah asli milik Indonesia, lah kok sekarang mereka memasang iklan pariwisata Malaysia di Jakarta ??? Dan bim salabim …. yang lebih aneh lagi, di billboard itu terpampang dengan jelas gambar bungan Rafflesia Arnoldi.
Lha kok bisa ??? Padahal bunga Raflesi Arnoldi itu hanya bisa ditemukan di Bengkulu, terus kenapa ada di iklan Malaysia ??? Lalu apa reaksi kita ?? NIHIL !!!!! Mungkin yang dipikirkan hanya pendapatan daerah dari pajak reklame, dengan mengesampingkan ‘kekayaan alam’ Indonesia.
Dan kalau Indonesia semakin dianggap rendah dan enteng oleh Malaysia yang notabene ‘lebih kecil’ dari Indonesia, lalu salah siapa ? Salah Malaysia ? Jawabannya ya sudah pasti … BUKAN salah mereka, tapi salah kita sendiri.
Hmmm … Sipadan & Ligitan, Batik, Keris, Reog dan kasus lainnya sepertinya belum bisa membuat mata bangsa ini untuk lebih melek terhadap keadaan.
Kalau sudah begitu ….. Apa kabar Indonesia ????
